MAKALAH

Korupsi, Ancam Ketahanan Ekonomi Indonesia Menghadapi Krisis Ekonomi Dunia

OLEH

ISROIYATUL MUBAROKAH

F0311063

AKUNTANSI B

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011/2012

 

  1. 1.  PENDAHULUAN

 

Ditengah suasana krisis ekonomi dunia yang saat ini meliputi Amerika dan sebagian besar eropa, Indonesia menjadi negara yang dianggap cukup beruntung karena tidak terkena imbas langsung dari krisis ekonomi yang terjadi. Keberuntungan ini hadir bagi Indonesia sebab jumlah perdagangan luar negeri negara kita sebagian besar tidak bergantung kepada amerika serikat dan eropa dengan prosentasenya yang hanya 5 % dari total perdagangan luar negeri Indonesia. Selain itu faktor pendukung lainnya yang menyebabkan perekonomian Indonesia tidak terkena imbas besar krisis itu ialah kuatnya permintaan pasar domestik Indonesia yang menjadi fundamental yang cukup kokoh menahan dampak krisis global dan stabilitas sistem keuangan Indonesia yang saat ini cukup likuid dengan rate yang cukup rendah.

Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini bagi sebagian pengamat ekonomi dan juga lembaga international dianggap sudah cukup kompeten dalam menghadapi hantaman badai krisis global yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga 5-7 tahun ke depan. Tetapi bekal yang dirasa cukup ini masih mungkin terancam untuk tergerus dan hilang karena tindak korupsi yang masih tetap marak terjadi di Indonesia. Korupsi ini memberikan dampak yang sangat berbahaya karena efek negatifnya akan menimbulkan sebuah multiplier efek bagi perekonomian secara luas. Untuk menjelaskan beberapa dampak itu maka implikasi-implikasi ini idealnya akan lebih mudah dicerna jika dijabarkan dalam beberapa bagian.

  1. ISI DAN PEMBAHASAN
    1. KARAKTERISTIK KORUPSI

 

Berapa banyak dana rakyat yang amblas dikunyah para koruptor – Ternyata nyaris tak terhingga. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2010 ada 23 korupsi yang ditangani oleh KPK dengan kerugian yang ditimbulkannya mencapai Rp.619,13 miliar. Kasus di tahun 2009 juga 23 kasus, kerugian baru mencapai Rp.470, miliar saja.

Itu baru angka-angka yang diambil dari kasus yang ditangani oleh KPK. Apalagi kasus yang ditangani oleh KPK adalah kasus diatas kerugian Negara 1 miliar rupiah. Tentu angka ini akan menjadi jauh lebih ?meraksasa? mana kala dihitung pula korupsi yang dilakukan oleh para pejabat, menteri, gubernur, walikota, bupati, anggota-anggota DPR dan DPRD, korupsi di lingkungan BUMN, BUMD dan lain-lain.

Diduga, sebagaimana disebutkan sebagai hasil perhitungan Bank Dunia, potensi kerugian yang timbul dari korupsi sekitar Rp.150 triliun. Toh prakiraan ini tak bisa dibilang tepat benar. Apalagi karakteristik dari pada perbuatan korupsi dapat menjadi sumber kejahatan lain, dan secara potensial dapat merugikan berbagai dimensi.

Korupsi secara internasional misalnya, dalam jumlah yang sangat besar akan dapat menimbulkan ancaman terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat. Bahkan dapat merusak lembaga dan nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai etika dan keadilan. Bukankah biaya pemenangan pemilu pada tingkatannya masing-masing yang dihitung bermiliar-miliar rupiah sesungguhnya sudah dapat dinilai bertentangan demokrasi, etika dan keadilan. Organisasi Peserta Pemilu (OPP) yang memperoleh banyak dana, potensial akan menang.

Meskipun ternyata hasilnya tidak selalu demikian. Bagaimanapun, dengan demikian pemenangan dan kemenangan yang diperoleh, sesungguhnya tidak demokratis sama sekali. Dalam salah satu kesempatan, Busyro Muqoddas, Ketua KPK sekarang, menyatakan bahwa banyak kerugian akibat tindakan suap. Apalagi oleh suap yang dilakukan pihak asing dalam transaksi bisnis internasional. Tindakan ini dapat merusak good corporate governance, menimbulkan biaya pembangunan yang tinggi, hasil pembangunan fasilitas public menjadi dibawah standar sehingga membahayakan masyarakat dan merugikan keuangan negara.

Kasus dimana banyak bangunan yang ambruk segera setelah diresmikan, pintu gapura PTIK di Semarang yang tumbang dan contoh-contoh kasus lainnya. Juga membahayakan ketahanan politik, ekonomi dan sosial budaya, karena adanya intervensi asing – melalui korporasi asing – terhadap eksistensi dan kedaulatan negara. Bahkan bahaya suap secara makro dan berkelanjutan adalah kemiskinan yang semakin merajalela, kepercayaan terhadap pemerintah yang semakin menurun, yang bisa memunculkan gerakan separatis.

 

  1. AKIBAT KORUPSI BAGI KETAHANAN EKONOMI DI INDONESIA
  • Tingkat Investasi

Mencoba untuk menganalisa dampak korupsi mulai dari permukaan, maka hal dasar yang bisa terlihat ialah turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Turunnya kepercayaan publik akan berimplikasi pada turunnya kepercayaan pelaku ekonomi terhadap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan untuk memberikan regulasi pada pasar. Kemudian turunnya tingkat kepercayaan ini memunculkan stigma negatif dan kekhawatiran bahwa Indonesia tidak lagi memiliki iklim ekonomi yang cukup kondusif bagi pelaku ekonomi untuk bisa menginvestasikan dan mengaktivitaskan modalnya di Indonesia. Berkurang atau bahkan hilangnya kepercayaan pelaku ekonomi terhadap perekonomian Indonesia sangat rawan menyebabkan terjadinya capital flight, yakni larinya modal-modal baik luar negeri dan dalam negeri yang selama ini menyokong aktivitas pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Pertumbuhan Ekonomi

Efek berikutnya yang muncul sebagai akibat korupsi ialah menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini yang sedang berada dalam trend yang cukup positif. Penurunan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada dasarnya akan alami terjadi sebab adanya siklus dalam perekonomian, akan tetapi korupsi pada dasarnya mempercepat siklus itu dari waktu yang seharusnya. Hal ini terjadi sebab aktivitas korupsi menyebabkan dana-dana yang selama ini berada di Indonesia yang selama ini digunakan dalam pembangunan ekonomi menjadi miss-allocation sebab dana-dana ini yang pada awalnya alih-alih ditujukan untuk memutar roda kegiatan ekonomi dengan kemampuannya dalam menciptakan produktifitas negara justru masuk ke kantong-kantong para koruptor sehingga kebijakan-kebijakan ekonomi yang sudah diputuskan menjadi tidak berjalan dengan baik dan efektif atau bahkan tidak berjalan sama sekali akibat korupsi yang terjadi.

  • Kesejahteraan Masyarakat

Dengan terhambatnya pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari korupsi yang terjadi maka imbas yang sangat terlihat di permukaan ialah menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Maka benar saja jika selama ini kita sering mendengar bahwa korupsi memiskinkan bangsa, korupsi memfakirkan masyarakat, sebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi akibat korupsi membuat sistem ekonomi Indonesia tidak lagi beraktifitas dalam kondisi normal. Ketidak normalan kondisi ini terjadi akibat resources yang dibutuhkan oleh perekonomian Indonesia menjadi tidak terpenuhi lagi karena korupsi telah mengambil resources yang seharusnya digunakan untuk kepentingan produksi tersebut menjadi untuk penggunaan bagi kepentingan pribadi-pribadi yang tamak dan egois dengan korupsi bagi uang rakyat. Berkurangnya resources dalam sistem produksi perekonomian Indonesia pada akhirnya akan membuat jumlah kapasitas produksi yang dihasilkan menjadi menurun, dan apabila supply barang lebih rendah dari demand maka yang terjadi ialah kelangkaan dan pemerintah pada akhirnya akan melakukan impor sebagai jalan keluar. Tetapi langkah yang dilakukan ini pada dasarnya tetap mengakibatkan harga dari barang-barang mengalami kenaikan. Sehingga wajar saja jika rakyat Indonesia saat ini sudah tak lagi bisa hidup dengan layak bahkan bisa sepenuhnya hidup dengan pendapatan yang tak lebih dari Rp 500.000 perbulan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh World Bank.

  • Utang Negara

Maraknya korupsi yang terjadi yang membuat situasi hidup masyarakat Indonesia mengalami kesulitan hidup, mau tidak mau membuat negara dalam hal ini yang memang bertugas untuk menjadi pengayom dan pelindung bagi seluruh warganya untuk bisa hidup layak dan berkecukupan memiliki tanggung jawab yang amat besar. tanggung jawab yang amat besar ini mengharuskan negara melakukan hampir segala cara untuk bisa tetap menjalan seluruh kehidupan bernegara baik dari hal besar hingga hal kecil, semuanya perlu dilakukan. Korupsi sesungguhnya telah membuat negara harus berpikir keras untuk menemukan cara agar masyarakatnya bisa tetap sejahtera dan mampu bertahan hidup, hingga banyak cara dilakukan yang antara lain salah satunya dengan berhutang. Negara Indonesia berhutang selama ini sesungguhnya hampir mayoritas keseluruhan hutang itu digunakan untuk bisa menjalankan kehidupan bernegara ini agar bisa terus eksis. Hutang ini dialokasikan untuk menutupi deficit anggaran dari anggaran belanja negara, sebab negara tidak memiliki banyak pilihan untuk bisa tetap menjalankan pembangunannya walaupun modal yang dimiliki negara ini jauh dari batas yang dianggap cukup. Kurang berdayanya kemampuan financial ini pada akhirnya membuat negara terus menambah hutang sehingga hutang Indonesia tidak lagi dalam batas kemampuan membayar negara ini, ditambah lagi tindak korupsi bukannya semakin berkurang justru makin bertambah saja. Mungkin sudah saatnya agar bangsa ini untuk kembali bercermin tentang apa saja pencapaian yang selama ini telah dicapai terutama dalam hal pemberantasan korupsi yang sudah sangat akut dan berbahaya.

  1. EMPAT SOLUSI INDONESIA UNTUK KETAHANAN EKONOMI

Selain mengelola ketahanan ekonomi yang ada saat ini, Indonesia juga harus dapat memberdayakan potensi ketahanan ekonomi belum dimaksimalkan. Kedua hal ini penting dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin kompleks.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Purwanto menyatakan, upaya memperkuat ketahanan ekonomi bukanlah hal yang mudah karena kompleksitas permasalahan dalam perekonomian yang bersifat dinamis. Penguatan ketahanan ekonomi tidak terbatas pada pencapaian stabilitas indikator makroekonomi, tetapi juga meliputi aspek-aspek yang membentuk perekonomian nasional yang tangguh. Ketahanan ekonomi, menunjukkan kemampuan perekonomian nasional untuk tumbuh secara mandiri dan berkualitas di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Melalui penelitian bertajuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Menghadapi Tantangan Krisis Global, Purwanto dan timnya pun mengajukan empat solusi ketahanan ekonomi. Solusi tersebut terbagi ke dalam lingkup kelembagaan ekonomi domestik, investasi dan perdagangan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan ketenagakerjaan, serta kewirausahaan.

Penguatan kelembagaan ekonomi domestik dapat dilakukan dengan mempertegas pelaksanaan aturan formal dan pelaksanaan aturan non-formal yang berlaku secara spesifik di masing-masing daerah. Kemudian, peningkatan daya saing ekonomi dan iklim investasi yang kondusif harus dilakukan melalui implementasi pembangunan soft dan hard infrastructures yang disesuaikan dengan kebutuhan investasi di setiap wilayah.

Di sisi lain, integrasi pembangunan sektor industri dengan sektor pertanian dalam agricultural based industries akan dapat menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Integrasi ini diselaraskan dengan konsep koridor pembangunan dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Dalam kebijakan ketenagakerjaan dan sumber daya manusia (SDM), diperlukan adanya koordinasi intensif antarlembaga pemerintah, pengusaha, dan swasta untuk mnewujudkan grand design yang lebih komprehensif untuk menanggulangi persoalan ketenagakerjaan.

Selain itu, perlu ada sentuhan kebijakan pemerintah yang bisa menjembatani pembentukan para wirausahawan yang handal bagi penciptaan lapangan kerja baru di sektor riil.

  1. KESIMPULAN DAN SARAN

Makalah di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ketahanan ekonomi di Indonesia kurang baik karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Kasus tersebut dapat diselesaikan oleh banyak pihak yang bersangkutan. Pemerintah seharusnya menangani kasus korupsi dengan sungguh-sungguh, agar ketahanan ekonomi di Indonesia membaik. KPK juga harus lebih tegas dalam menangani kasus korupsi di Indonesia agar cita-cita Indonesia di tahun 2014 tercapai. Untuk mengantisipasi semakin banyaknya kasus korupsi, marilah kita memulai belajar agar tidak melakukan korupsi dalam hal sekecil apapun itu.

Daftar pustaka

  1. http://economy.okezone.com/read/2011/12/20/320/544913/empat-solusi-indonesia-untuk-ketahanan-ekonomi
  2. http://www.tandef.net/menakar-ketahanan-ekonomi-indonesia
  3. http://www.analisadaily.com/news/read/2011/06/11/3333/paham_suap_dan_korupsi/
  4. http://mahasiswaekonomiindonesia.blogspot.com/
  5. http://www.fberita.com/praktek/praktek-korupsi-kolusi-dan-nepotisme.html
  6. http://www.google.co.id/search?q=KASUS+KORUPSI+&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
  7. http://www.scribd.com/doc/34527631/ketahanan-ekonomi
  8. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/11/pengertian-korupsi.html
  9. http://tipikor99.wordpress.com/2008/11/14/karakteristik-korupsi/
  10. http://kafeilmu.com/tema/ciri-ciri-korupsi.html
  11. http://www.facebook.com/topic.php?uid=102008364017&topic=13651

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About isroiyatulm

i am isro'iyatul mubarokah. i am from kebumen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s